Selasa, 30 April 2013

biokimia penerapan dalam kehidupan 2013


               BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Makhluk hidup, baik tumbuhan, hewan, maupun manusia terdiri atas unit-unit kecil yang disebut sel. Selama makhluk hidup itu masih hidup banyak sekali proses atau perubahan yang terjadi dalam sel. Aktivitas yag terjadi di dalam sel inilah yang menunjang fungsi organ-organ dalam makhluk hidup itu dan dengan demikian juga merupakan penunjang terlaksananya fungsi makhluk hidup.
Biologi adalah ilmu yang mempelajari tentang benda hidup. Biologi merupakan salah satu ilmu yang sangat penting untuk kita pelajari. Dalam ilmu Biologi kita dapat mengetahui tentang makhluk apa saja yang ada di alam semesta ini. Di sisi lain Ilmu kimia adalah suatu ilmu tentang benda-benda serta proses perubahannya yang ditinjau berdasarkan susunan dan sifat atom-atom atau molekul yang membentuknya.
Biokimia berasal dari kata bio artinya organisme hidup, sedangkan kimia adalah satu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang perilaku dari bahan-bahan kimia. Biokimia adalah penerapan kimia untuk mempelajari proses biologi pada tingkat seluler dan molekuler. Ini muncul sebagai disiplin yang berbeda sekitar awal abad ke-20 ketika para ilmuwan gabungan kimia, fisiologi dan biologi untuk menyelidiki kimia sistem kehidupan.
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia dalam organisme hidup. Biokimia mengatur semua organisme hidup dan proses hidup. Dengan mengontrol arus informasi melalui sinyal biokimia dan aliran energi kimia melalui metabolisme, proses biokimia menimbulkan fenomena yang tampaknya magis kehidupan. Selama 40 tahun terakhir biokimia telah menjadi begitu sukses dalam menjelaskan proses hidup yang sekarang hampir semua bidang ilmu kehidupan dari botani untuk obat yang terlibat dalam penelitian biokimia. Ruang lingkup biokimia antara lain meliputi studi tentang susunan kimia sel, sifat-sifat senyawa serta reaksi kimia yang terjadi dalam sel, senyawa-senyawa yang menunjang aktivitas organisme hidup serta energi yang diperlukan atau dihasilkan.
Dari dua definisi Biokimia di atas, dapat disimpulkan bahwa ada, dua aspek, yaitu struktur senyawa dan reaksi antara senyawa di dalam organisme hidup. Dengan mempelajari struktur senyawa dan reaksi yang terjadi, sifat-sifat umum organisme hidup dapat dijelaskan secara rinci. Sebagai suatu disiplin ilmu, biokimia mengalami kemajuan berkat penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli biokimia. Manfaat yang diperoleh tampak pada penerapan hasil-hasil penelitian tersebut.
1.2    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.  Untuk mendeskripaikan kasus-kasus kesehatan yang terkait metabolisme tubuh.
2.  Untuk menjelaskan upaya pencegahan dan pengobatan penyakit melalui penerapan aspek Biokimia.
3.  Untuk mendeskripsikan contoh-contoh produk penerapan aspek Biokimia dalam kehidupan
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan tujuan penulisan di atas maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa kasus kesehatan terkait metabolisme tubuh?
2. Bagaimana pencegahan dan pengobatan penyakit melalui aspek biokimia?
3. Apa contoh produk penerapan biokimia?
1.4  Batasan Masalah
            Di dalam makalah ini akan dijelaskan mengenai:
1.  Kasus kesehatan terkait metabolisme tubuh
2.  Pencegahan dan pengobatan penyakit melalui aspek biokimia
3.  Contoh produk penerapan biokimia
1.5 Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah penerapan aspek biologi dalam kehidupan ini, metode penulisan yang digunakan adalah metode kepustakaan, yaitu dalam pengumpulan data serta bahan-bahan untuk makalah ini, penulis mendapatkannya melalu berbagai referensi dari internet maupun buku.



BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Kasus Kesehatan Terkait Metabolisme Tubuh
Metabolisme berasal dari kata metabole (Yunani) yang berarti berubah. Metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam hidup organisme untuk mempertahankan hidup. Proses-proses ini memungkinkan organisme untuk tumbuh dan berkembang biak, mempertahankan struktur mereka, dan merespon lingkungan mereka. Biasanya, metabolisme menunjukan jumlah energi yang dibakar setiap menit oleh tubuh. Oleh karena itu metabolisme juga merupakan suatu proses dalam tubuh manusia untuk menjaga keseimbangan antara energi (kalori) dengan komponen-komponen pembentuknya.
Reaksi dalam metabolisme adalah suatu peristiwa perubahan dari suatu bentuk ke bentuk yang lain. Untuk terjadinya perubahan dibutuhkan penyediaan energi  untuk mengaktifkan energi aktivasi. Oleh karena itu metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme biasanya dibagi menjadi katabolisme anabolisme. Katabolisme adalah Pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana dan untuk menghasilkan energi. Anabolisme adalah proses penyusunan atau sintesis dari molekul sederhana menjadi molekul yang lebih kompleks.
Metabolisme terjadi pada saat menit pertama makanan masuk ke perut dan pencernaan dimulai. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas dan kelenjar tiroid membantu dalam pemecahan makanan yang dicerna menjadi zat lebih sederhana. Zat-zat sederhana diserap oleh sel-sel tubuh dan membantu dalam pelepasan energi dan melaksanakan proses lain dalam tubuh, seperti penyembuhan luka, pengaturan suhu tubuh, pembentukan sel-sel baru, membuang racun dari tubuh, dan sebagainya.
Namun ada saatnya proses metabolisme menjadi terganggu, gangguan metabolisme bisa saja terjadi karena kelainan genetik atau penyakit.
Ada berbagai jenis gangguan metabolisme, yaitu :
a. Kelainan Metabolisme Karbohidrat
1).   Glikogenosis
Glikogenosis (penyakit penimbunan glikogen) adalah sekumpulan penyakit keturunan yang ditimbulkan oleh tidak adanya 1 atau beberapa enzim yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi glikogen atau sebaliknya glikogen menjadi gula (glukosa) yang seterusnya akan digunakan oleh tubuh sebagai energi.
2).   Intoleransi Fruktosa Herediter
Intoleransi Fruktosa Herediter adalah suatu penyakit keturunan dimana tubuh tidak dapat menggunakan fruktosa karena tubuh tidak memiliki enzim fosfoffruktaldolase. Akibatnya, sebuah hasil sampingan fruktosa menumpuk di badan, menghalangi pembentukan glikogen dan konversinya ke glukosa untuk digunakan sebagai tenaga. Menggunakan sedikit saja fruktosa atau sucrose menyebabkan kadar gula darah rendah (hypoglycemia), berkeringat, kebingungan, dan kadang-kadang pingsan dan koma. Anak yang terus makan makanan berisi fruktosa mengalami kerusakan ginjal dan hati, menghasilkan penyakit kuning, muntah, pemburukan jiwa, pingsan, dan kematian. Gejala ronis termasuk tidak mau makan, kegagalan untuk berkembang pesat, gangguan pencernaan, kegagalan hati, dan kerusakan ginjal.
Diagnosa dibuat kalau pemeriksaa kimia sampel jaringan hati ditemukan enzim hilang. Pengobatan melibatkan mengeluarkan fruktosa (umumnya ditemukan di buah-buahan manis), sucrose, dan sorbitol (tiruan gula) dari diet. Serangan akut dirawat denganmemberi glukosa dengan infus; serangan yang lebih ringan hypoglycemia diobati dengan tablet glukosa, yang sebaiknya dibawa oleh siapa saja yang mempunyai keturunan intolerasni fruktosa.
3).   Diabetes mellitus
Diabetes mellitus diartikan pula sebagai penyakit metabolisme yang termasuk dalam kelompok gula darah yang melebihi batas normal atau hiperglikemia (lebih dari 120 mg/dl atau 120 mg%). Karena itu diabetes mellitus sering disebut juga dengan penyakit gula. Sekarang, penyakit gula tidak hanya dianggap sebagai gangguan metabolisme karbohidrat, tetapi juga menyangkut metabolisme protein dan lemak. Akibatnya diabetes mellitus sering menimbulkan komplikasi yang bersifat menahun (kronis), terutama pada struktur dan fungsi pembuluh darah.
Penyebab Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus disebabkan berkurangnya produksi dan ketersediaan insulin dalam tubuh atau terjadinya gangguan fungsi insulin yang sebenarnya berjumlah cukup. Kekurangan insulin disebabkan adanya kerusakan sebagian kecil atau sebagian besar sel-sel beta pulau langerhans dalam kelenjar pankreas yang berfungsi menghasilkan insulin.
4).   Galaktosemia
Galactosemia (kadar galactose darah tinggi) disebabkan dengan kekurangan salah satu enzim yang diperlukan untuk memetabolisme galactose, gula yang ada dalam lactose (gula susu). Galaktosemia adalah suatu penyakit autosomal berupa gangguan metabolisme galaktosa yang disebabkan oleh defisiensi salah satu dari 3 enzim yang terlibat dalam metabolism galaktosa untuk mengkonversi ke glukosa. Metabolisme juga banyak menjadi racun pada hati dan ginjal dan juga merusak lensa mata dan menyebabkan katarak. Galaktosa adalah jenis gula sederhana merupakan hasil pemecahan dari laktosa. Galaktosemia merupakan resesif autosomal yang diturunkan, yang mengakibatkan kekurangan suatu enzim yang bertanggung jawab untuk degradasi galaktosa.
Galactosemia diobati dengan cara menghilangkan secara menyeluruh susu dan produk susu - sumber galactose dari makanan anak yang terkena. Galactose juga ada di beberapa buah-buahan, sayur, dan produk laut, seperti rumput laut.

5).   Fruktosuria
Fruktosuria merupakan suatu keadaan yang tidak berbahaya, dimana fruktosa dibuang ke dalam air kemih. Fruktosuria disebabkan oleh kekurangan enzim fruktokinase yang yang sifatnya diturunkan.1 dari 130.000 penduduk menderita fruktosuria.
Fruktosuria tidak menimbulkan gejala, tetapi kadar fruktosa yang tinggi di dalam darah dan air kemih dapat menyebabkan kekeliruan diagnosis dengan diabetes mellitus. Tidak perlu dilakukan pengobatan khusus.

6).   Pentosuria           
Pentosuria adalah suatu keadaan yang tidak berbahaya, yang ditandai dengan ditemukannya gula Xylulosa di dalam air kemih karena tubuh tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mengolah xylulosa.


b.  Kelainan Metabolisme Lemak
1).   Penyakit Gaucher
Penyakit Gaucher adalah penyakit genetis dimana lipid terakumulasi dalam sel atau organ tertentu. Penyakit ini disebabkan kekurangan enzim glukoserebrosidase yang berfungsi memecahkan glukoserebrosida. Ketika terjadi kekurangan atau ketidakaktifan enzim ini, glukoserebrosida akan terakumulasi dalam sel makrofaga. Pada organ, umumnya substansi lemak ini terakumulasi dalam limpa, liver, paru-paru, otak dan sumsum tulang. Penyakit ini dinamai berdasarkan nama penemunya, Philippe Gaucher seorang dokter Prancis, yang mendeskrepsikan penyakit ini pada tahun 1882.
2).   Penyakit Tay-Sachs
Penyakit Tay-Sachs adalah kelainan genetik yang jarang ditemukan, dimana terjadi pembentukan lemak di dalam sel, terutama pada otak dan sel saraf (neuron). Sehingga menyebabkan retardasi mental dan hambatan perkembangan fisik normal disertai kejang, kebutaan, kelumpuhan dan kematian. Tay-Sachs merupakan kelainan otosom yang bersifat resesif. Maksudnya, penyakit ini diturunkan secara genetik dari kedua orang tuanya.
3).   Penyakit Niemann-Pick
Penyakit Niemann-Pick adalah suatu penyakit keturunan dimana terjadi kekurangan suatu enzim khusus yang mengakibatkan penimbunan sfingomielin (hasil metabolisme lemak) atau terdapat penimbunan kolesterol yang abnormal. Gen yang bertanggungjawab terhadap penyakit Niemann-Pick bersifat resesif, seseorang harus memiliki 2 gen dari kedua orang tuanya. Penyakit ini paling banyak terjadi pada keluarga Yahudi.
4).   Penyakit Fabry
Penyakit Fabry adalah penyakit keturunan yang jarang terjadi, yang menyebabkan penimbunan glikolipid (hasil metabolisme lemak). Penyakit ini disebabkan oleh gen yang rusak dibawa oleh kromosom X sehingga penyakit ini hanya terjadi pada pria, yang hanya memiliki 1 kromosom X.
5).   Gangguan oksidasi lemak
Beberapa enzim membantu menguraikan lemak sehingga kemungkinan mereka dirubah menjadi energi. Kelainan menurun atau kekurangan atau kekurangan salah satu enzim ini membuat tubuh kekurangan energi dan membiarkan tubuh kekurangan energi dan membiarkan tubuh diuraikan, seperti acyl-CoA, menumpuk. Enzim tersebut paling sering kekurangan rantai medium acyl-CoA dehydrogenase (MCAD). Kekurangan MCAD adalah salah satu gangguan turunan metabolisme yang paling umum, terutama pada orang keturunan eropa utara.
6).   Obesitas
Meskipun obesitas bukan merupakan penyakit, tetapi dapat memperkeras atau menyebabkab timbulnya penyakit , misalnya : dibetes mellitus, penyakit jantung, hipertensi dan lain-lain., maka dapat dianggap patologik juga.Obesitas adalah kelebihan berat badan sebagai akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh. Ada 3 faktor penyebab obesitas yaitu faktor genetik, faktor lingkungan dan faktor psikis.
Dianggap bahwa obesitas terjadi bila mendapat kalori lebih dari yang dimetabolisasi. Anggapan lain mengatakan bahwa ada orang yang hanya memerlukan metabolisme yang hanya sedikit dan dapat menjadi gemuk, meskipun mendapat diet berkalori rendah.
7.)    Hiperlipidemia
Hiperlipidemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh peningkatan kadar lipid/lemak darah. Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu:
v  Hiperlipidemia Primer
Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak adanya xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit).
v  Hiperlipidemia Sekunder
Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misalnya : diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar & penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversibel (berulang).
Ada juga obat-obatan yang menyebabkan gangguan metabolisme lemak, seperti : Beta-blocker, diuretik, kontrasepsi oral (Estrogen, Gestagen).
Penyebab Hiperlipidemia    
·         Penyebab primer, yaitu faktor keturunan (genetik)
·         Penyebab sekunder, seperti:
1.      Usia, Kadar lipoprotein, terutama kolesterol LDL, meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.
2.      Jenis kelamin. Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi setelah menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat.
3.      Obesitas / kegemukan
4.      Menu makanan yang mengandung asam lemak jenuh seperti mentega, margarin, whole milk, es krim, keju, daging berlemak.
5.      Kurang melakukan olah raga
6.      Penggunaan alcohol
7.      Merokok
8.      Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
9.      Gagal ginjal
10.  Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
11.  Obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak seperti estrogen, pil KB, kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan tertentu)
Pada beberapa keadaan jumlah lipid total dan kolesterol meningkat, yaitu pada diabetes mellitus, hypothyroidisme , cirrosis billiaris xanthoma. Hiperlipemi juga dapat terjadi pada dinding pembuluh darah ( arteri ) disebut arterosklerorik. Pada jaringan subcutis kadang-kadang dapat terjadi penimbunan lemak dalam makrofag disebut sel Xanthoma yang membentuk kelompok sel yang menyerupai tumor. Xanthoma sering terjadi pada kelopak mata , disebut xantholesma, juga bisa terdapat pada lipat paha, siku dll, terutama jaringan longgar.

c. Kelainan Metabolisme Asam Amino

1).   Fenilketonuria

Fenilketonuria adalah suatu kelainan di dalam tubuh, dimana tubuh tidak dapat memproduksi enzim yang berfungsi menguraikan asam amino esensial fenilalanin menjadi asam amino non esensial tirosin. Gejala pada anak-anak yang menderita fenilketonuria yang tidak diobati atau tidak terdiagnosis adalah kejang, mual dan muntah, perilaku agresif atau melukai diri sendiri, hiperaktif, dan gejala psikis (kadang-kadang) atau terkadang bau badannya menyerupai tikus karena di dalam air kemih dan keringatnya mengandung asam fenil asetat (hasil pemecahan fenilalanin).
Fenilketonuria pada wanita hamil memberikan dampak yang besar terhadap janin yang dikandungnya, yaitu menyebabkan keterbelakangan mental dan fisik. Karena memberi efek yang berbahaya, penderita fenilketonuria sebaiknya mengurangi konsumsi makanan yang mengandung fenilalanin. Karena itu sebagai pengganti susu dan daging, penderita harus makan sejumlah makanan sintetis yang menyediakan asam amino lainnya
2).   Penyakit Air Kencing Maple
Penyakit air kencing maple adalah penyakit yang disebabkan akumulasi abnormal senyawa intermedier karena rusaknya jalur katabolisme asam amino tertentu
3).   Homocystinuria
Anak dengan homosistinuria tidak dapat melakukan metabolisme asam amino homocysteine, dimanan dengan adanyaproduk sampingan yang beracun, membangun penyebab beberapa gejala. Gejala mungkin ringan atau hebat, bergantung pada cacat enzim tertentu.
4).   Tyrosinemia
Tyrosinemia, suatu kelainan yang menyebabkan persoalan serius dengan metabolisme hati. Anak dengan tyrosinemia tidak dapat secara komplit memetabolisme asam amino tyrosine. Hasil sampingan asam amino ini bertambah, menyebabkan berbagai gejala. Pada beberapa negara bagian, kekacauan diketahui dengan skrining tes pada bayi baru lahir.
d.      Kelainan Metabolisme Piruvat
Piruvat terbentuk dalam proses pengolahan karbohidrat, lemak dan protein. Piruvat merupakan sumber energi untuk mitokondria (komponen sel yang menghasilkan energi). Gangguan pada metabolisme piruvat dapat menyebabkan terganggunya fungsi mitokondria sehingga timbul sejumlah gejala seperti kerusakan otot, keterbelakangan mental, kejang, penimbunan asam laktat yang menyebabkan asidosis (meningkatnya asam dalam tubuh), serta kegagalan fungsi organ (jantung, paru-paru, ginjal atau hati). Gejala tersebut dapat terjadi kapan saja, mulai dari awal masa bayi sampai masa dewasa akhir. Olah raga, infeksi atau alkohol dapat memperburuk gejala, sehingga terjadi asidosis laktat yang berat (kram dan kelemahan otot).
1.      Kekurangan kompleks piruvat dehidrogenase
Kompleks piruvat dehidrogenase adalah sekumpulan enzim yang diperlukan untuk mengolah piruvat. Kekurangan kompleks piruvat dehidrogenase bisa menyebabkan berkurangnya kadar asetil koenzim A yang penting untuk pembentukan energi.Gejala utamanya adalah aksi otot menjadi lambat, koordinasi buruk dan gangguan keseimbangan yang berat yang menyebabkan penderita tidak dapat berjalan.
2.      Hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah) dan asidosis (penimbunan asam di dalam darah)
Dapat dikurangi dengan cara sering memakan makanan kaya karbohidrat. Tetapi belum ditemukan obat yang dapat menggantikan neurotransmiter yang hilang. Pada penyakit yang lebih ringan, bisa dilakukan pembatasan asupan protein.


e.       Vitamin dan Mineral
a.       Hivervitaminosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh kelebihan vitamin atau mengkonsumsi vitamin dalam jumlah yang melebihi batas sehingga dapat merusak kesehatan.
1.      Vasodilatasi, kelainan fungsi hati akibat mengkonsumsi niasin dalam dosis tinggi.
2.      Diare, disebabkan seseorang mengkonsumsi vitamin C dalam dosis tinggi baik untuk mencegah penyakit kulit, sariawan ataupun menambah daya tahan tubuh
3.      Sindroma toksik, disebabkan oleh mengkonsumsi vitamin A,D, E dan K melebihi kebutuhan.
b.      Hipermineral, terjadi apabila seseorang mengkonsumsi mineral dalam jumlah yang berlebihan sehingga dapat menimbulkan berbagai sindroma toksik.
1.      Hipertensi, dapat terjadi karena mengkonsumsi garam yang berlebihan.
2.      Sembelit, dapat terjadi apabila kelebihan konsumsi zat besi atau Fe.
c.       Avitaminosis, yaitu penyakit yang disebabkan oleh seseorang yang kekurangan vitamin, hal ini bisa terjadi karena cara pengolahan makanan yang tidak tepat dapat mengurangi atau merusak vitamin.

VitaminB
Akibat avitaminosis
A
Hemeralopia, xeroftalmia, keratomalasia
B1
Beri-beri
B2
Keilosis (bibir pecah-pecah, sudut mulut luka)
B3
Pelagra, diare. Dementia,dermatitis
B6
Pelgra, anemia, obstipasi
B12
Anemia pernisiosa
H
Dermatitis (radang kulit)
C
Skorbut, peradangan kulit, kerusakkan sendi
D
Rakitis
E
Keguguran
K
Darah sukar membeku

d.      Defisiensi mineral, kurangnya konsumsi mineral dalam jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh.
Mineral
Gejala defisiensi
Klsium (Ca0
Rakitis, kejang otot, osteoporosis, darah sukar membeku
Fosfor (P)
Lesu, tulang dan gigi menjadi rapuh
Natrium (Na)
Dehidrasi, kejang otot, syok, mual, kelelahan
Zat Bezi (Fe)
Anemia, lesu, pusing
Iodium (I)
Gondok
Kalium (K)
Gangguan jantung dan pernapasan, lemah otot
Magnesium (Mg)
Gangguan mental, emosi, dan otot


2.2  Upaya Pencegahan dan Pengobatan Penyakit melalui Penerapan Aspek       Biokimia
Dalam tubuh, peran biokimia sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, karena disini enzim-enzim, hormon-hormon serta zat-zat lain memainkan peran pentingnya dalam sintesa-sintesa suatu biomolekul. Sedangkan dalam keadaan patologis, peran biokimia tertuju pada suatu organ, misalnya hati, di hati terdapat berbagai enzim yang bekerja yang sesuai dengan fungsinya.
Hal yang paling berpengaruh terhadap metabolisme dari yang paling mempengaruhi adalah :
1.      Jaringan otot
Otot merupakan mesin pembakar lemak, makin banyak otot yang terbentuk makin banyak pula pembakaran lemak dan kalori dalam tubuh. Oleh karena itu berolahraga dengan teratur dapat membuat otot terbentuk sehingga metabolisme dalam tubuh menjadi lebih lancar.
2.      Frekuensi makan.
Makan dalam frekuensi yang sering menghindari penurunan tingkat metabolisme tubuh dan menjaga gula darah dalam level yang stabil.
3.      Tingkat aktivitas
Tingkat aktivitas yanag dilakukan harus dikombinasikan dengan pola makanan yang tepat dan frekuensi makan yang sering.
4.      Pilih makanan.
Makanan berlemak sulit dimetabolisme sehingga membuat tingkat metabolisme makin lambat. Sedangkan makanan berserat seperti sayur dan buah-buahan akan memudahkan proses metabolisme dalam tubuh.
5.      Air yang cukup
Air membantu tingkat metabolisme tubuh dan menetralisir racun-racun yang terdapat dalam tubuh.
6.      Genetik
Faktor genetik membuat tingkat metabolisme tiap orang berbeda, tetapi hal ini bukanlah faktor yang utama.
7.      Fungsi hormon
Tiroid merupakan hormon pengatur metbolisme.
8.      Stress
Stress berlebihan menyebabkan tingkat metabolisme makin melamban.
            Oleh karena itu, berikut ini adalah satu cara dalam pencegahan gangguan metabolisme yang akan mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit didalam tubuh kita , antara lain :
1)      Terapi Medis
          Akhir-akhir ini terapi biomedik banyak diterapkan pada anak dengan ASD. Hal ini didasarkan atas penemuan-penemuan para pakar, bahwa pada anak-anak ini terdapat banyak gangguan metabolisme dalam tubuhnya yang mempengaruhi susunan saraf pusat  sedemikian rupa, sehingga fungsi otak terganggu. Gangguan tersebut bisa memperberat gejala autisme yang sudah ada, atau bahkan bisa juga bekerja sebagai pencetus dari timbulnya gejala autisme. Yang sering ditemukan adalah adanya multiple food allergy, gangguan pencernaan, peradangan dinding usus, adanya exomorphin dalam otak (yang terjadi dari casein dan gluten), gangguan keseimbangan mineral tubuh, dan keracunan logam berat seperti timbal hitam (Pb), merkuri (Hg), Arsen (As), Cadmium (Cd) dan Antimoni (Sb). Logam-logam berat diatas semuanya berupa racun otak yang kuat.

2.3 Contoh-Contoh Produk Biokimia Dalam Kehidupan
Contoh produk penerapan biokimia dalam kehidupan dapat dilihat dari produk-produk hasil bioteknologi karena biokimia menjadi dasar berkembangnya disiplin ilmu bioteknologi. Selama ini kita melihat begitu pesatnya perkembangan bioteknologi tradisional maupun modern diberbagai. Mulai dari bidang pertanian dan peternakan, hingga bidang kesehatan dan pengobatan.
Pada praktiknya, biokimia menjadi dasar berkembangnya disiplin ilmu bioteknologi. Adapun contoh-contoh penerapan bioteknologi meliputi berbagai bidang seperti industri, kesehatan, dan lain-lain.

1.      Bioteknologi Bidang Industri

Contohnya :
a.       Tuak adalah sejenis minuman yang merupakan hasil fermentasi dari bahan minuman/ buah yang mengandung gula.
b.      Tape adalah sejenis penganan yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi). Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan "tape singkong". Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya dinamakan "tape pulut" atau "tape ketan".
c.       Kecap adalah bumbu dapur atau penyedap makanan yang berupa cairan berwarna hitam yang rasanya manis atau asin. Bahan dasar pembuatan kecap umumnya adalah kedelai atau kedelai hitam. Kecap manis biasanya kental dan terbuat dari kedelai, sementara kecap asin lebih cair dan terbuat dari kedelai dengan komposisi garam yang lebih banyak, atau bahkan ikan laut serta dapat pula terbuat dari air kelapa.. Selain berbahan dasar kedelai atau kedelai hitam bahkan air kelapa, kecap juga dapat dibuat dari ampas padat dari pembuatan tahu. Cara pengolahannya sama dengan pengolahan kecap kedelai. Kecap yang dihasilkan dari ampas tahu sulit dibedakan aroma, rasa, dan warnanya dari kecap kedelai.
d.      Pembuatan bir (brewing) adalah proses yang menghasilkan minuman beralkohol melalui proses  fermentasi. Metode ini digunakan dalam produksi bir, sake, dan minuman anggur. Biasanya menggunakan buah-buahan/biji-bijian untuk dapat menghasilkan minuman berakohol.
e.       Tempe merupakan makanan tradisional masyarakat Indonesia yang sudah dikenal sejak dulu. Tempe dibuat dengan memanfaatkan  jmur genus Rhizopus, seperti R. stoloneferus, R. oligosposrus, R. oryzae.Tempe memiliki kunggulan yaitu bergizi tinggi dan mudah dicerna. Hal itu disebabkan selama fermentasi, jamur Rhizopus menghasilkan enzim protease yang mampu mendegradasi protein menjadi asaam aminop dan juiga menghasilkan enzim lipase yang menguraikan lemak menjadi asam lemak. Baik asam lemak maupun asam amino merupakan senyawa sederhana yang lagsung diserap oleh tubuh.
f.        
2.      Bioteknologi Kesehatan

Contohnya:

a.       Antibiotik adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh mikroorganisme (seperti bakteri).
b.      Penisilin (Inggris:Penicillin atau PCN) adalah sebuah kelompok antibiotika β-laktam yang digunakan dalam penyembuhan penyakit infeksi karena bakteri, biasanya berjenis Gram positif. Penisilin ini dihasilkan dari fungi  Penicillium chrysogenum  dan  Penicillium notatum (fungi atau kapang berwarna biru muda ini mudah ditemukan pada roti yang dibiarkan lembab beberapa hari). Dikenal sebagai Penisilin G. Ditemukan oleh Alexander Fleming, pada tahun 1928, scientis asal Skotlandia.
c.       Streptomisin merupakan antibiotika yang dihasilkan oleh fungi Streptomyces griceus. Antibiotika ini digunakan untuk mengobati penyakit TBC.
d.      Sefalosporin merupakan antibiotika yang diihasilkan oleh fungi Cephalosporium acremonium.  Antibiotika ini digunakan untuk mengobati radang paru-paru (penyakit Pneumonia).
e.       Asam amino yaitu asam amino yang dihasilkan oleh Bakteri Corynebacterium glutamicum. Asam amino ini digunakan untuk keperluan bidang gizi, kesehatan, industri pangan dan industri kimia lainnnya.
3.      Produksi Bahan Organik
a.       Produksi Enzim
Enzim dapat diproduksi melalui fermentasi komersial dengan menggunakan bahan-bahan makanan yang tersedia, misalnya sirup jagung atau molase.Kapang (misalnya , Aspergillus) atau bakter (contohnya Bacillus) merupakan dua mikroorganisme yang umumnya digunakan untuk memproduksi enzim.
b.      Produksi Asam organik
Asam organik telh lama diproduksi secara biologis salah satunya adalah asam sitrat. Asam sitrat banyak digunakan  baik dalam industri makanan misalnya selai, permen maupun minuman sebagai bahan penambah rasa, pengasam, antioksidan, dan pengelmusi. Asam sitrat juga banyak digunakan dalam pembuatan kosmetik dan obat-obatan untuk menyesuaikan pH. Mikroorganisme penghasil Asam sitrat adalah Aspergilus niger dan  Aspergillus wentii.
c.       Produksi vitamin
Sejumlah mikroba telah diketahui sebagai penghasil vitamin. Contohnya Eremothecium Ashbyii yang diketahui mampu menghasilkan vitamin riboflavin secara efisien. Mikroba ini mampu memproduksi riboflavin sebanyak 2mg/ml mediunm yang digunakan.
d.      Produksi Asam Amino
Produksi Asam Amino secara Bioteknologi dengan menggunakan mikroba telah lama digunakan. Pembuatan asam Amino secara mikrobiologis lebih menguntungkan dibandingkan dengan pembuatan secara kimia karena dapat menggunakan bahan yang mudah dan murah, misalnya molase dan glukosa. Salah satu asam amino yang telah diproduksi secara komersial dengan mengguanakan mikroba adalah asam glutamat. Miroba yang digunakan dalam pembuatan asam amino adalah Microbecterrium,Arthrobacter, dan  Cirynebacterium


4.       Contoh Produk Penerapan Biokimia
1.      Susu beruang     
Susu beruang merupakan contoh produk penerapan biokimia. Susu beruang menagndung kalori lengkap, mengandung banyak protein, vitamin dan lemak sehingga baik untuk pertumbuhan dan menjaga kesehatan. Susu berunag sebenarnya bukan diperah dari susu beruang, melainkan susu sapi yang disterilkan. Susu beruang dapat menyembuhkan alergi kulit. Selain itu, susu beruang juga dapat menyembuhkan plek pada paru dan dapat juga mengatasi pusing karena anemia. Susu beruang terkadang menjadi alternatif yang dapat dikonsumsi oleh orang dewasa atau anak-anak yang telah bertambah usia dismaping air susu ibu yang hanya dapat dikonsumsi oleh bayi.
2.      Kecap
Kecap merupakan makanan fermentasi dengan bahan baku kedelai. Mikroorganisme yang berperan dalam pembuatan kecap adalah Aspergillus wentii.
3.      Keju
Mikroorganisme yang digunakan untuk membuat keju adalah kelompok bakteri asam laktat yang berfungsi memfermentasi laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Bakteri asam laktat yang biasa digunakan adalah Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus lactis, dan Streptococcus. Proses pembuatan keju diawali dengan memanaskan susu sampai suhunya mencapai 90oC, kemudian didinginkan sampai suhunya menjadi 30oC. Selanjutnya keju diinokulasi dengan bakteri asam laktat. Aktivitas bakteri asam laktat mengakibatkan turunnya pH dan susu yang terpisah menjadi dadih padat dan cairan whey. Proses pemisahan susu menjadi dadih padat dan cairan whey disebut pendadihan. Kemudian enzim renin dari lambung sapi muda (sekarang diganti dengan enzim buatan yaitu kimosin) ditambahkan untuk menggumpalkan dadih. Dadih yang terbentuk dipanaskan 32o – 42oC sambil ditambah garam. Dadih kemudian ditekan untuk membuang air dan disimpan supaya matang. Penyimpanan bertujuan juga supaya mikroorganisme dan enzim bekerja yang menghasilkan cita rasa keju. Makin lama disimpan, makin tinggi derajat keasamannya dan makin tajam cita rasanya.
4.      Yoghurt.
Pembuatan yoghurt diawali dengan pasteurisasi susu, kemudian sebagian besar lemak dibuang. Mikroorganisme yang digunakan adalah bakteri asam laktat, yaitu Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus camemberti. Kedua  bakteri tersebut ditambahkan pada susu dengan jumlah yang sama, kemudian disimpan pada suhu 95oC selama 5 jam. Penyimpanan ini menyebabkan terjadinya aktivitas bakteri sehingga mengakibatkan turunnya pH menjadi 4,0. Kemudian susu didinginkan dan yoghurt siap untuk dikonsumsi. Apabila diinginkan yoghurt dengan rasa buah-buahan maka dapat ditambahkan cita rasa buah.



















BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
1.      Biokimia adalah ilmu yang mempelajari proses kimia dalam organisme hidup
2.      Metabolisme berasal dari kata metabole (Yunani) yang berarti berubah. Metabolisme adalah suatu proses dalam tubuh manusia untuk menjaga keseimbangan antara energi (kalori) dengan komponen-komponen pembentuknya.
3.      Gangguan – gangguan pada metabolisme :
a.       Kelainan metabolisme karbohidrat : glikogenosis, Intoleransi Fruktosa Herediter, Diabetes Melitus, Galaktosemia, Fruktosuria, dan  Pentosuria
b.      Kelainan metabolisme lemak : Penyakit Gaucher, Penyakit Tay – Sachs, Penyakit Niemann – Pick, Penyakit Fabry, Gangguan oksidasi lemak, dan Obesitas
c.       Kelainan metabolisme asam amino: Fenilketonuria, Penyakit air kencing Maple, Homocystinuria, dan Tyrosinemia.
4.      Produk Biokimia dalam Kehidupan yaitu dalam kesehatan seperti penisilin, antibiotik, asam amino; dalam industri makanan Tuak, Tape, Bir, Kecap, Tempe; dan dalam produksi bahan organik seperti Produksi Enzim, Produksi Asam Organik, Produksi Vitamin, Produksi Asam Amino.
5.      Pencegahan dan pengobatan melalui terapi aspek biokimia dalam kehidupan adalah jaringan otot, pilih makanan, frekuensi makan, timgkat aktivitas, air yang cukup, fingsi hormon, genetik dan stress.

3.2    Saran
Dengan adanya biokimia,   kita dapat mengetahui apa saja makana yang baik untuk kesehatn. Sehingga kita dapat menerapkan dalam kehidupan sehari – hari dengan salah satunya adalah menjaga pola hidup yang sehat. Agar dampak terburuk, dapat kita cegah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar