LAPORAN PRAKTIKUM II
ZOOLOGI
INVERTEBRATA
(AKKC 222)
PORIFERA
Oleh :
Merlina
Nansarunai
A1C212203
Kelompok 3 A
Dosen Pengasuh :
Drs. Dharmono
, M.Si
Mahrudin, S.Pd,
M.Pd
Maulana Khalid
riefani, S.Si,M.Sc
Asisten :
Maya Rovina
Rahmawati,
S.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
FEBUARI 2013
PRATIKUM II
Topik : PORIFERA
Tujuan
: Untuk mengenal
morfologi dan tanda-tanda karakteristik anggota phylum porifera.
Hari, tanggal : Kamis /
28 Febuari 2013
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM
Banjarmasin.
I. ALAT DAN BAHAN
Alat : 1. Lup
2. Baki
3. Alat tulis
Bahan : Awetan
kering spesies porifera
1. Microciona sp.
2. Euspongia
3. Hippospongia
II. CARA KERJA
- Menyiapakan alat dan bahan.
- Menggambar morfologi hewan porifera.
- Memberikan keterangan selengkapnya dan menuliskan sistematikannya.
III. TEORI DASAR
Porifera
mewakili hewan-hewan primitif yang bersimetri redial atau asimetri dan
menyimpang dari garis utama evolusi metozoa, serta merupakan cabang evolusi
yang disebut parazoa. Hewan ini hidup di laut, beberapa di air tawar, tidak
bertangka, memiliki banyak pori. Sistem pencernaan berlangsung secara
intraseluler.
Tubuh
porifera masih diorganisasi pada tingkat seluler, artinya tersusun atas sel-sel
yang cenderung bekerja secara mandiri, masih belum ada koordonasi antara satu
sel dengan sel yang lainnya. Susunan tubuh porifera lebih kompleks daripada
susunan tubuh protozoa. Porifera mempunyai ciri-ciri khusus antara lain tubuh
memiliki banyak pori, yang merupakan awal dari system kanal (saluran air) yang
menghubungkan daerah eksternal degan daerah internal; tubuh tidak dilengkapi
dengan appendiks dan bagian yang dapat digerakkan; belum memiliki system
saluran pencernaan makanan. Sistem makanannya berlangsung secara intraseluler.
Tubuhnya memiliki penyokong tubuh yang tersusu atas bentuk kristal dari
spikula-spikula atau bahan serabut yang terbuat dari bahan organic.
Rangka
hewan ini merupakan rangka luar karena tidak berupa zat penguat yang terdapat
dalam tubuh. Rangka luar ini ada yang tersusun dari serabut-serabut lentur yang
terdiri dari zat-zat yang disebut spongin, ada yang tersusun dari serabut
spongin dengan semen dari kersik, zat kapur, duri-duri kersik dan duri zat
kapur. Duri-duri ini disebut spikula.
Porifera umumnya hidup di air laut, yaitu terbentang dari
sejak daerah perairan pantai yang dangkal hinga daerah kedalaman 5,5 km. fase
dewasa bersifat sesil, artinya menetap pada suatu tempat tanpa mengadakan
perpindahan.
Hewan ini mengikatkan diri pada suatu objek yang keras
yang dipakai sebagai tambatan, misalkan batu-batuan, kayu-kayuan yang tenggeam
di dalam air dan ada juga yang melekat pada cangkok hewan-hewan Molusca.
Sebagan besar membentuk koloni yang sering tampak tidak teratur, sehingga
tampak seperti tumbuhan. Warna tubuhnya bermacam-macam. Struktur tubuhnya
kecuali berpori dengan macam-macam bentuk yang dibagi atas tiga tipe, yaitu
Ascon, Sycon atau Scypha dan Rhagon. Perkembang biakan hewan ini secara
nonseksual (dengan membentuk kuncup) dan secara seksual (belum dilakukan dengan
alat kelamin khusus). Phylum Porifera
digolongkan menjadi 3 kelas, yaitu :
- Kelas Calcarea atau Calcispongiae
- Kelas Hexactinellida atau Hyalospongiae
3. Kelas
Demospongiae
Pada
porifera belum terbentuk jaringan tubuh, sel tubuhnya masi bertindak
sendiri-sendiri dalam melakukan fungsinya sebagai salah satu anggota bagian
tubuh yang turut bertanggung jawab terhadap hidup matinya individu tubuh
tersebut. Porifera tidak dapat digolongkan pada kelompok metazoa tetapi
tergolong pada kelompok mesozoa. Dalam
hal ini porifera juga belum mempunyai alat khusus yang digunakan untuk
mengeluarkan zat-zat sampah yang merupakan sisa-sisa metabolisme. Dalam
penelitian ternyata zat-zat sampah yang berupa butir-butir itu dikeluarkan dari
daerah internal tubuhnya oleh sel-sel amoebocyt.
V. ANALISIS
DATA
1.
Microciona sp.
Klasifikasi
Kingdom : Animalia.
Phylum : Porifera.
Classis : Demospongiae.
Ordo : Poeciloclerina.
Familia : Microcionidae.
Genus : Microciona.
Spesies : Microciona sp.
( Sumber : Jasin, Maskoeri. 1984 )
Microciona sp. mempunyai
bentuk tubuh silinder yang pendek, Tubuhnya terbuat dari bahan kristal zat
kapur, memiliki pori yang berukuran sangat kecil kecil. Hidupnya secara
berkoloni. Microciona
termasuk koloni laut yang banyak
ditemukan dilaut. Berbentuk seperti batu
kerang dan mengeras dalam tempat yang dangkal atau bagian air laut yang dalam.
Hewan ini memiliki tubuh lunak dan lembek, bercabang seperti ranting, didalam
air berkembang dan bertambah panjang
hingga 15 cm, tidak mempunyai rangka,
walaupun ada yang mempunyai rangka, rangka itu hanya terdiri dari
serabut-serabut spongin dengan spikula dari kersik, serta memiliki sistem saluran yang rumit. Ciri-ciri
yang dapat dikenali dari hewan ini adalah Mempunyai kerangka tubuh yang
tersusun atas berbagai bentuk spikula dan kadang-kadang juga spongin. Dan
bentuk bersemak-semak dengan cabang yang panjang. Hidupnya berkoloni di air
yang dalam warnanya merah cerah. Spesies
ini merupakan jenis spesies yang ketiga dari phylum Porifera termasuk koloni
laut yang berbentuk seperti batu karang dan mengeras pada tempat yang dangkal
atau bagian air laut yang dalam.
2.
Euspongia Mollisima
Klasifikasi
Kingdom : Animalia.
Phylum
: Porifera
Classis : Demospongiae.
Ordo : Keratosa
Familia : Euspongidae
Genus : Euspongia.
Spesies : Euspongia Mollisima.
(
Sumber : Jasin Maskoeri. 1984 )
Tubuh
Euspongia Mollisima terbuat dari spongin saja, atau
campuran spongin dan zat kersik. Terlihat pada tubuhnya lubang pori yang
tersusun beraturan dan berukuran sama. Euspongia
biasanya digunakan untuk spon mandi. Hewan ini memiliki sponge yang besar dan
bentuknya bulat, warnanya hitam gelap. Euspongia adalah tipe kompleks dimana
disini akan lebih lanjut berkembang biak dalam lipatan dari dinding tubuh.
Kerangka tersusun dari jeringan serat pori tanpa spikula. Cara pembuatan spon
mandi dirumah melalui tahap pemutihan atau pencelupan dari spon, biasanya spon
mandi sebagian besar terdiri dari serat sponge. Biasanya selain digunakan di
kantor, juga untuk membasahi stempel kartu pos catatan perhitungan mata uang
atau kertas dan lain-lain. Euspongia adalah bentuk tetap yang ditemukan
menempel di dasar air hangat yang tenang. Euspongia hidup di laut pada kedalaman tertentu,
bertubuh lunak, tidak mempuyai rangka, walaupun ada hanya terdiri dari
serabut-serabut spongin dengan dari kersik, kebanyakan ditemukan dilaut dan
mempunyai pori-pori disetiap tubuhnya. Ciri-ciri Euspongia ini adalah mempunyai
spongia yang lebih kasar, tidak berspekula kerangka tubuhnya khusus terbentuk
dari bahan spongin. Euspongia
mollisima adalah jenis spesies
dari phylum Porifera yang bertulang lunak dan tidak memiliki spikula.
Kebanyakan spesies ini hidup di laut pada kedalaman tertentu yang masih dapat
ditembus cahaya. Merupakan binatang sponsa yang dipakai untuk alat
penggosok pada waktu mandi.
3.
Hippospongia
sp.
Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Porifera
Classis :
Demospongiae.
Ordo : Keratosa
Familia : Hipposngiadae
Genus : Hippospongiae
Spesies : Hippospongiae sp.
( Sumber : Jasin, Maskoeri. 1984
)
Hippospongiae sp. mempunyai tubuh yang bulat tidak
beraturan, mempunyai pori yang juga bentuknya tidak beraturan. Hippospongia
dapat digunakan sebagai spons mandi. Kerangka tubuh khusus terbentuk dari bahan spongin, ditutupi
oleh membran tipis yang gelap yang memiliki banyak ruang berflagel. Skeleton
terdiri dari serabut spongin, jaringan tidak teratur tanpa spikula. Saluran air
tipe leukon dimana air dari ostium masuk melalui saluran menuju ke
rongga-rongga yang di batasi koanosit. Dari rongga ini air melalui berbagai
saluran lagi menuju ke spongocol dan akhirnya keluar menuju oskolom. Hewan ini
biasanya di temukan di atas dasar karang dengan kedalaman 10-15 m. Berbentuk
seperti batu dengan banyak celah. Porifera ini hidup di dasar laut, tidak
memiliki spikula dan bertubuh lunak. Kerangka tubuhnya dari sponging.
VI. KESIMPULAN
1. Porifera
merupakan hewan bersel banyak yang paling sederhana atau primitif,
kemampuan geraknya kecil (tidak aktif).
2. Porifera
digolongkan menjadi 3 kelas yaitu Calcarea, Hexactinellida, dan Demospongiae.
3. Porifera
merupakan hewan yang mempunyai banyak
pori pada tubuhnya.
4. Tubuh
porifera ada yang terbuat dari bahan spongian, kristal zat kapur, dan kristal
silikat.
5. Habitat
porifera ada di laut, dan sebagian ada di air tawar.
- Bentuk tubuh Coelenterata bervariasi, ada yang berbentuk seperti bunga, akar maupun bentuk ubur-ubur.
- Anggota phylum coelenterata meliputi hewan air yaitu polip, ubur-ubur, anemon laut, hewan karang dan lain-lain.
- Tubuh coelenterata radial simetris, berbentuk silindris, globural maupun spherikal. Coelenterata termasuk hewan yang sifatnya diplobastis, karena tubuh tersusun atas dua lapisan. Saluran pencernaan makanan tidak sempurna merupakan sistem gastrovaskular. Mereka juga belum memiliki alat pernapasan, peredaran dan pengeluaran hasil ekskresi yang khusus.
- Yang termasuk spesies pada Coelenterata ialah : Favia sp, Hartea sp, Fungia elegant, Meandrina sinosa ,Madrepora sp, Goniastraea pectinata, Ceratella sp., dan Acropora sp.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Anonim 2013 . B.1 ( Dokumentasi Pribadi )
(
didokumentasi pada 28 Febuari 2013 )
Anonim 2013 . C.1 (http: image.google.com)
(
diaskes pada 3 Maret 2013 )
Anonim 2012 . B.2 ( Dokumentasi Pribadi )
( didokumentasi pada 28 Febuari 2013)
Anonim 2013 . C.2 (http: image.google.com)
(
diaskes pada 3 Maret 2013 )
Anonim 2012 . B.3 ( Dokumentasi Pribadi )
(
didokumentasi pada 28 Febuari 2013)
Anonim 2013 . C.3 (http: image.google.com)
(
diaskes pada 3 Maret 2013 )
Dharmono, Mahrudin dan Riefani khalid Maulana. 2013. Penuntun
Praktikum Zoologi Invertebrata. Banjarmasin: FKIP UNLAM Banjarmasin
Jasin,
Maskoeri. 1987. Sistematik Hewan. Surabaya:
Sinar Wijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar